Manfaat bunga Rosella: menurunkan asam urat, bersifat penetral racun, menurunkan hipertensi, menurunkan kadar gula, menurunkan kolesterol, memperbaiki metabolisme, mencerdaskan otak, melangsingkan tubuh, mencegah kanker, meredakan batuk kronis, menurunkan suhu badan, menyehatkan mata, mengurangi kecanduan narkkoba, maag menahun, menambah gairah sex dan bikin tahan lama,dll
morfologi bunga Rosella
Bunga Rosella atau florida cranberry diduga berasal dari Afrika Barat kemudian berkembang di negara-negara tropis termasuk Indonesia.
JENIS ROSELLA
- Merah : rasa asam menyengat
- Ungu : tidak terlalu asam
Rosella yang biasa diambil seratnya.
POHON ROSELLA TERDIRI DARI
- akar
- batang
- daun
- bunga
- kelopak
- biji
AKAR
Ada yang berpendapat bahwa akar pohon Rosella juga berkhasiat sebagai herba yaitu dapat menambah gairah sex,namun hingga sekarang belum ada pembuktian.
BATANG
Sebagai kayu bakar
DAUN
Sebagai pupuk,lahan yang pernah ditanam Rosella rata-rata memiliki kandungan unsur hara yang sangat tinggi.
BUNGA
Pupuk
KELOPAK
Herba dengan berbagai khasiat
BIJI
Kopi,telah terbukti bahwa kopi biji Rosella apabila diminum dapat meningkatkan stamina yang loyo,juga menambah gairah sex dan tahan lama.
Ada yang berpendapat bahwa akar pohon Rosella juga berkhasiat sebagai herba yaitu dapat menambah gairah sex,namun hingga sekarang belum ada pembuktian.
BATANG
Sebagai kayu bakar
DAUN
Sebagai pupuk,lahan yang pernah ditanam Rosella rata-rata memiliki kandungan unsur hara yang sangat tinggi.
BUNGA
Pupuk
KELOPAK
Herba dengan berbagai khasiat
BIJI
Kopi,telah terbukti bahwa kopi biji Rosella apabila diminum dapat meningkatkan stamina yang loyo,juga menambah gairah sex dan tahan lama.
Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.] Lamk.)
a.Morfologi tumbuhan
Rumput tumbuh rindang berserak, agak lemah, tinggi 15 - 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di sisi jalan, pinggir selokan, mempunyai banyak percabangan. Batang bersegi, daun berhadapan bersilang, tangkal daun pendek/hampir duduk, panjang daun 2 - 5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah. Ujung daun mempunyal rambut yang pendek. Bunga ke luar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih, berupa bunga majemuk 2-5, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya 5 10 mm. Buah built, ujungnya pecah-pecah. Rumput ini mempunyai khasiat sama seperti Hedyotis diffusa Willd. = Rumput Iidah ular = Baihua she she cao.
Rumput tumbuh rindang berserak, agak lemah, tinggi 15 - 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di sisi jalan, pinggir selokan, mempunyai banyak percabangan. Batang bersegi, daun berhadapan bersilang, tangkal daun pendek/hampir duduk, panjang daun 2 - 5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah. Ujung daun mempunyal rambut yang pendek. Bunga ke luar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih, berupa bunga majemuk 2-5, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya 5 10 mm. Buah built, ujungnya pecah-pecah. Rumput ini mempunyai khasiat sama seperti Hedyotis diffusa Willd. = Rumput Iidah ular = Baihua she she cao.
b.Klasifikasi tumbuhan
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Hedyotis
Spesies : Hedyotis corymbosa L
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Hedyotis
Spesies : Hedyotis corymbosa L
c.Kandungan kimia
Hentriacontane, stigmasterol, ursolic acid, oleanolic acid, Beta-sitosterol, sitisterol-D-glucoside, p-coumaric acid, flavonoid glycosides, dan baihuasheshecaosu (kemungkinan analog coumarin). Kandungan flavonoid glycosides pada Hedyotis corymbosa (L.] Lamk. diduga mampu menghambat proses karsinogenesis baik secara in vitro maupun in vivo. Penghambatan terjadi pada tahap inisiasi, promosi maupun progresi melalui mekanisme molekuler antara lain inaktivasi senyawa karsinogen, antiproliferatif, penghambatan angiogenesis, cell cycle arrest, induksi apoptosis dan antioksidan (Ren et al., 2003). Sebagian besar senyawa karsinogean seperti Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) memerlukan aktivasi oleh enzim sitokrom P450 membentuk intermediet yang reaktif sebelum berikatan dengan DNA. Ikatan kovalen antara DNA dengan senyawa karsinogen aktif menyebabkan kerusakan DNA. Flavonoid dalam proses ini berperan sebagai blocking agent (Watternberg, 1985). Pengeblokan aksi karsinogen dapat melalui beberapa mekanisme antara lain melalui menginhibisi aktivitas isoenzim sitokrom P450 yaitu CYP1A1 dan CYP1A2 sehingga senyawa karsinogen tidak reaktif. Mekanisme yang lain melalui detoksifikasi karsinogen. Flavonoid juga meningkatkan ekspresi enzim Gluthation S-Transferase (GST) yang dapat mendetoksifikasi karsinogen aktif sehingga menjadi lebih polar dan dieliminasi dari tubuh. Mekanisme yang lain melalui pengikatan karsinogen aktif oleh flavonoid sehingga dapat mencegah ikatan dengan DNA, RNA atau protein target (Ren et al., 2003).
Hentriacontane, stigmasterol, ursolic acid, oleanolic acid, Beta-sitosterol, sitisterol-D-glucoside, p-coumaric acid, flavonoid glycosides, dan baihuasheshecaosu (kemungkinan analog coumarin). Kandungan flavonoid glycosides pada Hedyotis corymbosa (L.] Lamk. diduga mampu menghambat proses karsinogenesis baik secara in vitro maupun in vivo. Penghambatan terjadi pada tahap inisiasi, promosi maupun progresi melalui mekanisme molekuler antara lain inaktivasi senyawa karsinogen, antiproliferatif, penghambatan angiogenesis, cell cycle arrest, induksi apoptosis dan antioksidan (Ren et al., 2003). Sebagian besar senyawa karsinogean seperti Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) memerlukan aktivasi oleh enzim sitokrom P450 membentuk intermediet yang reaktif sebelum berikatan dengan DNA. Ikatan kovalen antara DNA dengan senyawa karsinogen aktif menyebabkan kerusakan DNA. Flavonoid dalam proses ini berperan sebagai blocking agent (Watternberg, 1985). Pengeblokan aksi karsinogen dapat melalui beberapa mekanisme antara lain melalui menginhibisi aktivitas isoenzim sitokrom P450 yaitu CYP1A1 dan CYP1A2 sehingga senyawa karsinogen tidak reaktif. Mekanisme yang lain melalui detoksifikasi karsinogen. Flavonoid juga meningkatkan ekspresi enzim Gluthation S-Transferase (GST) yang dapat mendetoksifikasi karsinogen aktif sehingga menjadi lebih polar dan dieliminasi dari tubuh. Mekanisme yang lain melalui pengikatan karsinogen aktif oleh flavonoid sehingga dapat mencegah ikatan dengan DNA, RNA atau protein target (Ren et al., 2003).
Sifat antioksidan dari senyawa flavonoid juga dapat menginhibisi proses karsinogenesis. Fase inisiasi kanker seringkali diawali melalui oksidasi DNA yang menyebabkan mutasi (Kakizoe, 2003) oleh senyawa karsinogen. Karsinogen aktif seperti radikal oksigen, peroksida dan superoksida, dapat distabilkan oleh flavonoid melalui reaksi hidrogenasi maupun pembentukan kompleks (Ren et al., 2003).
d.Kegunaan dan khasiat
Rasa manis, sedikit pahit, lembut, netral, agak dingin. Menghilangkan panas, anti-radang, diuretik, menghilangkan panas dan toxin, mengaktifkan circulasi darah, Tonsilis, Bronkhitis, Gondongan, Pneumonia, Radang usus buntu; Hepatitis, Radang panggul, Infeksi saluran kemih, Bisul, Borok;
Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara, rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasophar.
gambar : Struktur Asam Ursolat dan Asam Oleanolat
| ||||
| MAHKOTA DEWA TANAMAN OBAT Tanaman mahkota dewa atau Gynura divaricata DC dikenal juga sebagai beluntas cina atau daun dewa di Sumatera, atau tegel kio di jawa. Tanaman ini merupakan tanaman obat yang sedang populerkarena daun dan buahnya dianggap mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Misalnya penyakit darah tinggi, lever, kanker, sakit jantung, kencing manis, asam urat, reumatik, sakit ginjal. Kasus ketergantungan obat (narkoba) dilaporkan pernah disembuhkan dengan penggunaan tanaman mahkota dewa. Khasiat tanaman mahkota dewa dan pengobatannya sudah dikenal puluhan tahun lalu khususnya di negara China, yang penduduk sana menyebutnya dengan nama shian tao. Dalam bentuk ramuan obat gajin, daun mahkota dewa berkhasiat sebagai obat anti radang, penurun panas, penghilang rasa sakit, pembersih darah dan mampu menghambat pembekuan darah. Selain di China, di Indonesia pada awalnya tanaman ini terdapat di Papua. Tetapi masyarakat lokal tidak menganggapnya sebagai tanaman berkhasiat karena ditakuti mengandung racun sehingga tanaman ini banyak dibiarkan berkembang sebagai tanaman liar setara dengan gulma lainnya. Percobaan penggunaan tanaman mahkota dewa terhadap hewan percobaan tikus dan kelinci memperlihat kan beberapa manfaat. Pada tikus, pemberian infus mahkota dewa menurunkan panas dan menghilang kan rasa sakit. Pada kelinci dapat menurunkan kadar glukosa darah. Pada kedua hewan terlihat efek penurunan tekanan darah arteri dan pemberian sari daunnya (ditambah heksan) memberikan efek penghambat pertumbuhan kanker. Farmakologi Dari penelitian diperoleh data bahwa daun dan kulit mahkota dewa mengandung alkaloid, saponin, flanoida, minyak atsiri, dan tanin. DR Regina Sumastuti, farmakolog dari Fakultas Kedokteran UGM menemukan kandungan zat kimia antara lain zat antihistamin yang mampu mencegah alergi. Di samping tanaman ini bersifat sebagai axytosin dan sintosinon yang merangsang kerja otot rahim yang memudahkan proses melahirkan selama persalinan. Morfologi Tanaman mahkota dewa merupakan tanaman perdu dengan tinggi tanaman 150 - 250 cm. Masa produksi 10 - 20 tahun. Buah mahkota dewa berbentuk bulat, dengan ukuran bervariasi mulai sebesar bola pingpong sampai buah apel. Bagian tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan obat adalah daun dan buahnya. Tanaman mahkota dewa biasa tumbuh di ketinggian 10 - 1.200 m dpl (di atas permukaan laut) dengan lokasi optimal 10 - 1.000 m dpl. Perbanyakan tanaman menggunakan biji dari buah yang sudah matang. Cara penyemaian biji bisa dilakukan menggunakan media tanam berupa sekam bakar yang dicampur dengan pupuk kandang (kompos). Selama proses pesemaian dilakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari. Sekitar 10 - 14 hari setelah penyemaian, mulai terlihat pertumbuhan daun. Bibit dipindahkan ke media penanaman pada umur 2 bulan atau dimana tanaman telah mencapai ketinggian 10 - 15 cm. Media penanaman bisa menggunakan pot atau ditanam di tanah pekarangan. Pot berukuran diameter 30 cm dan tinggi 40 cm, bisa terbuat dari tanah, plastik, kayu atau kaleng. Media tanam dalam pot sebaiknya campuran tanah, kompos, pasir/sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Tanaman ini membutuhkan banyak air selama hidupnya. Tanaman berbunga pertama kali pada umur 10 bulan yang menjadi buah. Buah akan matang dan siap dipanen dalam waktu 2 bulan. Buah yang matang akan berwarna merah. Cara perbanyakan tanaman yang lebih cepat adalah dengan teknik okulasi. | ||||
Daftar pustaka
Kakizoe and tadao, 2003. ‘Chemoprevention of cancer Focusing on Clinical Trials’, Jpn J. Clin. Oncol. 33(9). 421-442.
Kontributor : Rifki Febriansah, Aditya Asyhar, Muhammad Iqbal, Adam H dan Endang Sulistyorini S.P
MAKSI 2007.google
Suara Merdeka, 02/11/02, Nugroho & Moch Achid
Asih muttaqin blok

FARMAKOGOSI
MORFOLOGI TUMBUHAN

Oleh :
SUCI ANUGRAHATI
08613050
FARMASI 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar