Minggu, 31 Juli 2011

Anatomi


ELEKTROKARDIOGRAM    
Refrence : Guyton.1995.Fisiologi Manusia dan Mekanisme.Jakarta

SIFAT-SIFAT ELEKTROKARDIOGRAM NORMAL
Elektrokardiogram normal terdiri dari sebuah gelombang P, sebuah gelombang QRS, dam sebuah gelombang T. Gelombang P disebabkan oleh arus listrik yang dibangkitkan sewaktu atrium mengalami repolarisasi dan sebelum berkontraksi, dan komplek QRS ddisebabkan oleh arus listrik yang dibangkitkab oleh ventrikel mengalami depolarisasi sebelum kontraksi.Gelombang T disebabkan oleh arus listrik yang dibangkitkan oleh ventrikel kembali dari keadaan depolarisasi.Proses ini terjadi sekitar 0.25 detik pada otot ventrikel setelah depolarisasi. Jadi elektrokardiogram terdiri dari gelombang repolarisasi dan depolarisasi.

GELOMBANG DEPOLARISASI TERHADAP GELOMBANG REPOLARISASI
Hubungan potensial aksi monofasik otot jangtung dengan gelombang QRS dan T. Monofasik otot ventrikel normal berlangsung antara 0,25 sampai 0,30 detik. Sebuah ptensial aksi monofasik yang terekam dari sebuah mikroelekroda yang dimasukkan  ke bagisan dalam sebuah serabut otot ventrikel. Lengkungan ke atas dari potensial aksi ini disebabkan oleh depolarisasi, dan kembalinya potensial ini ke garis dasar disebabkan oleh repolarisasi. Gelombang QRS muncul pada awal potensiial aksi monofasik dan gelombang T muncul pada akhirnya.Tidak sama sekali terdapa potensial yang terakam pada elektrokardiogram ketika otot venntrikel mengalami polarisasi lengkap atau ddepolarisasi lengkap.

Elekrokarrdiogram selama Repolarisasi Ventrikel-Gelombang T. Karena septum dan endokardium yang pertama berdepolarisasi. Septum dan endokardium mempunyai masa  depolarisasi yang lama dari area ventrikel lainnya. Sedangkan bagian luar ventrikel memiliki masa depolarisasi yang pendek. Sehingga sebagian otot ventrikel berepolarisasi pertama adalahyang terletak disebelah luar di dekat apeks kordis dan normalnya permukaan endokardium berepolarisasi terakhir.

ALIRAN ARUS LISTRIK DI SEKITAR JANTUNG SELAMA SIKLUS JANTUNG 
Masa otot vebtrikel yang terletak di dalam dada dapat menghantarkan listrik dalam tingkat yang mengherankan, cairan lain yang disekitar jantung juga dapat mengaalirkan listrik dengan jauh lebih mudah lagi.Oleh karena itu, jantung sebenarnya tergantung dalam suatu medium konduktif. Bila bagian ventrikel menjadi elektro-negatif bila dibandingkan dengan sisannya, arus listrik mengalir dari dalam berdepolarisasi ke daerah ber polarisasi dalam jalur memutar besar.
Impuls jangung pertama-tama tiba didalam ventrikel dalam dinding septum dan segera sesudah itu pada permukaan endokardial ventrukel yang tersisa.Ini menimbulkan keadaan elektronegatif pada bagian dalam ventrikel dan elektropositif pada bagian luar ventrikel. Dapat dilihat  bahwa aliran arus listrik rata-rata adalah berbasis dari jantung ke apeks. Selama kebanyakan sisa siklus depolarisasi, arus tersebut terus mengalir dalam arah ini sewaktu impils menyebar dari permukaan endokardial  ke luar melalui otot ventrikel. Tetapi tepat sebelum gelombang depolarisasi menyelesaikan perjalanannya malalui ventrikel kemudian mengalir dari apeks menuju ke basis karena jantung terakhir yang berdepolarisasi adalah dinding luar ventrikel dekat dengan basis jantung.

SADAPAN ELEKTROKARDIOGRAFIK
TIGA SANDAPAN EKSTRIMITAS STANDAR
Hubungan listrik antara ekstrimitas dan elektrokardiograf untuk merekam elektrokardiogram dari apa yang disebut sadapan ekstrimitas “standar’. Sadapan I. ujung negatif elektrikardiograf dihubungkan dengan lengan kanan dan ujung positif dengan lengan kiri. Bila pada dada yang dihubungkan dengan lengan kanan elektronegatif dibangdinggan lengan kiri, elektrokardiograf merekam positif-yaitu, di atas garis voltase nol dalam elektrokardiogram. Bila terdapat hal sebaliknya, elektrokardiograf merekam garis dibawahnya. Sdapan II. Ujung negatif elektrokardiograf di hubungkan denga lengan kanan dan ujung positif dihubungkan dengan tungkai kiri. Bila lengan kanan lebih negative jika dibandingkan dengan tungkai kiri,elektrokardigraf merekam possitif. Sadapan III. Ujung negatif elekrokkardiograf dihubungkan dengan lengan kiri dan ujung positif dihubungkan dengan tungkai kiri. Ini berarti bahwa elektrokardiograf tersebut merekam positif bila lengan kiri lebih negative dibandingkan dengan tungkai kiri.
Elektrokardiograf normal yang direkam oleh Tiga sadapan standar.  Perekaman elektrokardiogrm secara seremtak dalam sadapan I, II, III. Tiga sadapan standar ini mirip satu sama lain, karena mereka semua merekamm gelombang P positif  dann gelombang T positif, dan bagian utama kompleks yaitu QRS juga positif dalam setiap elektrokardiogaram.

SADAPAN DADA (SADAPAN PREKORDIAL)
Sering kali elektrokardiogram direkam dengan satu elektroda ditempatkan dengan di atas jantung. Elekroda ini dihubungkan denggan ujung positif elektrokardiograf, dan elektroda negative, yang disebut elektroda indiferen biasanya dihubungkan dengan serentak ,elalui tahanan listrik dengan lengan kanan, lengan kiri dan tungkai kiri.  Biasanya terdapat enam macam sadapan dada stamdar direkam dari dinding anterior dada, elektroda dada yang ditempatkan  berturut-turut pada bagian dada yang biasa dikenal denngan sadapan V1,V2,V3, V4, V5, V6. Setiap sadapan dada terutama merekam potensial listrik otot jangtung tepat di bawah elekroda tersebut. Oleh karena itu, kelainan relative kecil dalam ventrikel, terutama dalam dinding anterior ventrikel, sering mengebabkan perubahan jelas dalam elektrokardiogram yang dari sadapan dada.

INTERPRETASI ELEKTROKARDIOGRAFFIK ARITMA JANGTUNG
BLOK ATRIOVENTRIKULAR(AV)
Satu-satunya cara biasa impuls berjalan dari atrium ke dalaam ventrikel adalah melalui berkas AV, yang dikenal sebagai berkas His. Berbagai keadaan yang dapat menurunkan kecepatan penghantaran impuls melalui berkas ini atau dapat memblok sama sekali impuls tersebut adalah :
1.    Iskemia serabut junction AV
2.    Penekanan berkas AV aleh jaringan parut aatau oleh bagian jantung yang mengalami klasifikasi
3.    Peradangan berkas AV atau serabut-serabut dari AV junction
4.    Perangsangan hebat pada jantung oleh nefrus vagus
Blok jantung tak lengkap.Bila penghantaran melalui AV junction diperlambat dari nilai normal 0,16 detik sampai 0.25-0,50 detik, potensial aksi akan berjalan melalui serabut junction AV kadang-kadang cukup kuat untuk berjalan langsuung ke dalam simpul AV dan kadang-kadang tidak cukup kuat. Seringkali impuls tersebut masuk kedalam ventrikel pada satu denyut hantung dan gagal untuk berjalan langsung pada satu atau dua denyut jantung berikutnya, jadi berganti-ganti diantara penghantaran dan tidak penghantaran. Dalam hal ini atrium berdenyut lebih cepat daripada ventrikel, dan dikatakan bahwa ada drop beat dari ventrikel. Keadaan ini disebut  blok jantung tidak lengkap. Interval P-R sebesar 0.30 detik menggambarkan drop beat sebagai akibat kegagalan penghantaran dari atrium ke ventrkel.
Lok Atrioventrkular lengkap. Bila keadaan yang menyebabkan gangguan penghantaran dalam simpul Av menjadi sangat berat, terjadi blok impuls yang lengkap dari atrium ke ventrikel. Dalam hal ini gelombang P menjadi terpisah sama sekali dari kompleks QRS-T. KEcepatan irama atrium dalam elektrokardiogram ini kira-kira 100 denyutan per menit, sedangkan kecepatan denyut ventrikel kurang dari 40 per menit. Selanjutnya, tidak ada hubungan antara irama natrium dengan irama ventrikel karena ventrikel tersebut telah lepas dari pengaturan oleh atrium dan mereka sedang berdenyut dengan kecepatan alamiah mereka sendiri.
Sindroma stoke Adams- “ Ventricular Escape”. Pada beberapa penderita deengan blok antrioventrikular blok total tersebut dating dan pergi. Yaitu, semua impils dihantarkan dari atrium ke dalam venttrikel selama suatu periode waktu, dan kemudian tiba-tiba sama sekali tidak ada impuls yang dihanttarkan. Khususnya keadaan ini terjadi pada jantung iskemia perbatasan. Seelah penghantaran Av pertama kali diblok, ventrikel tersebut berhenti berkontraksi sama sekali kira-kira 5 sampai 10 detik. Kemudian suatu bagian dari system Purkinje diluar blok tersebut, biasanya dalam berkas AV sendiri, mulai mencetuskan impulsnya secara beirama dengan kecepatan 15 sampai 40 kali per menitdan bekerja sabagai pemacu (pacemaker) ventrikel. Ini disebut ventrikel escape, karena otak tidak dapat tetap aktif selama lebih daripada 3 sampai 5 detik tanpa aliran darah, penderita biasanya pingsan diantara blok penghantaran dan ventricular escape. Serangan pingsan berkala inii disebut syndrome stroke adams.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar