Sabtu, 22 Oktober 2011

pamflet ashma


Obat Obat Asma


  1. ambroksol 30mg
Penyakit saluran napas akut dan kronis yang disertai sekresi bronkial yang abnormal, khususnya pada eksaserbasi dan bronkitis kronis, bronkitis Asmatik, Asma bronkial

  1. asam mefenamat
Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri sehabis operasi, nyeri pada persalinan

  1. asmasolon tablet
Mengatasi serangan Asma dan sesak nafas

  1. asmasoho
Untuk meringankan dan mengatasi serangan Asma bronkial



Awas Efek Samping Obat Asma!

Pihak FDA mengatakan seluruh obat asma harus menyebutkan efek samping berupa gangguan mental seperti agitasi, agresif, kecemasan, mimpi yang tidak normal, halusinasi, depresi, insomnia, irasional, rasa lelah berlebihan, tindakan dan pikiran untuk bunuh diri, dan tremor.

Di Indonesia, dijual berbagai golongan obat asma. Sebagian dapat dibeli bebas, yang bersifat pelega, dan sebagian harus dengan resep dokter. Obat-obat asma dapat diberikan dalam bentuk diminum, disuntikkan, atau juga disemprot atau hisap (inhalasi).

Meski belum ada pernyataan resmi dari Depkes terkait informasi dari FDA ini, sebagai pasien tak ada salahnya kita membekali diri tentang seluk beluk asma dan pengobatannya.

      

                PIO          
                                  Publikasi Informasi Obat


                     
                      asma



    Oleh :

Kelompok VI
Apa asma itu ?

Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak ditemukan di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi baik dari asap kendaraan maupun debu padang pasir.


Penyebap Asma

  • Infeksi saluran pernafasan
  • Radang saluran pernafasan

pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan olahraga.

Angka peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.

 Tanda-tanda Gejala Asma


Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
·        Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
·        Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
·        Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
·        Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit.
·        Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.



Menghindari Serangan Asma

Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.

Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.


Hubungi Dokter Jika Anda
Segera ke gawat darurat jika :
a.       Sangat sulit bernafas
b.      Inhaler atau obat habis saat kambuh

Segera Ke Dokter Jika Anda
a.       Batuk disertai bunyi nada tinggi saat menarik nafas
b.      Demam dan dada terasa sesak.

Penanggulangan dan pencegahan DBD, FLU BURUNG, AKI dan AKB


I.                    UPAYA PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN FLU BURUNG

Walaupun begitu, alangkah lebih baik jika masyarakat melakukan pencegahan dan melakukan beberapa tindakan yang benar untuk mengantisipasi serangan flu burung. Tak perlu panik dan berlebih, hanya perlu untuk memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Gunakan pelindung (Masker, kacamata renang, sarung tangan) setiap berhubungan dnegan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas
2. Setiap hal yang berasal dari saluran cerna unggas seperti sekresi harus ditanam/dibakar supaya tidak menular kepada lingkungan sekitar
3. Cuci alat yang digunakan dalam peternakan dengan desinfektan
4. Kandang dan Sekresi unggas tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan
5. Memasak daging ayam dengan benar pada suhu 80 derajat dalam 1 menit dan membersihkan telur ayam serta dipanaskan pada suhu 64 derajat selama 5 menit.
6. Menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.

Yang paling penting adalah :
Menjauhkan unggas dari pemukiman manusia untuk mengurangi kontak penyebaran virus
Segera memusnahkan unggas yang mati mendadak dan unggas yang jatuh sakit utnuk memutus rantai penularan flu burung, dan jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya.
Laporkan kejadian flu burung ke Pos Komando Pengendalian Flu Burung di nomor 021-4257125 atau dinas peternakan-perikanan dan dinas kesehatan daerah tempat tinggal anda.
PENCEGAHAN

a. Pada Unggas:
1. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
2. Vaksinasi pada unggas yang sehat

b. Pada Manusia :
1.Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang)
a. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.
c. Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).
d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
f. Imunisasi.
2.Masyarakat umum
a. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.
b. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
- Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)
- Memasak daging ayam sampai dengan suhu  800⁰C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu  640⁰C selama 4,5 menit.

 PENGOBATAN

Pengobatan bagi penderita flu burung adalah.
1) Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
2) Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
3) Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.
4) Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.


II.                  UPAYA PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN DBD
Pencegahan demam berdarah – Pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) sangat tergantung dengan pengendalian pada vektornya, yaitu nyamuk aides aegypti. Pengendalian tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat baik secara lingkungan, biologis, maupun secara kimiawi, seperti :
1. Lingkungan
Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada dasarnya merupakan pemberantasan jentik atau mencegah agaar nyamuk tidak dapat lagi berkembang biak. Pada dasarnya PSN ini dapat dilakukan dengan :
  • Menguras bak mandi dan tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali. Dikarenakan perkembangan telur nyamuk menetas sekitar 7-10 hari.
  • Menutup rapat tempat penampungan air. Supaya agar nyamu tidak menggunakannya sebagai tempat berkembang biak.
  • Mengganti air pada vas bunga dan tempat minum burung setidaknya semunggu sekali.
  • Membersihkan perkarangan atau halaman rumah dari barang-barang yang dapat menampung air hujan. Karena berpotensi sebagai tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk.
  • Menutup lubang-lubang pada pohon, terutama pohon bambu ditutup dengan menggunakan tanah.
  • Membersihkan air yang tergenang diatap rumah juga dapat mencegah berkembangnya nyamuk tersebut.
  • Pembersihan selokan disekitar rumah supaya air tidak tergenang.

2. Biologis
Pengendalian secara bioligis merupakan pengendalian perkembangan nyamuk dan jentiknya dengan menggunakan hewan atau tumbuhan. Seperti pemeliharaan ikan cupang pada kola/ sumur yang sudah tak terpakai atau menggunakan dengan bakteri Bt H-14.


3. Kimiawi
Pengendalian secara kimiawi adalah cara pengendalian serta pembasmian nyamuk dan jentik dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Diantaranya adalah :
Pengasapan/togging dengan menggunakan malathion dan fenthion yang berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan aides aegypti dengan batas tertentu.
Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat yang sering menjadi tempat penampungan air.
Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan tindakan untuk memutus mata rantai perkembangan nyamuk. Tindakan PSN terdiri atas beberapa kegiatan antaranya dengan 3M. Yaitu : Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat-tempat yang sering dijadikan perkembangbiakan nyamuk. Semoga dengan beberapa cara tersebut dapat membantu anda dalam pencegahan demam berdarah serta pemberantasan sarang nyamuk.

III.               UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN BAYI DAN ANGKA KEMATIAN IBU MELAHIRKAN

Upaya yang dilakukan adalah: (a) Peningkatan cakupan kualitas (Supply side) berupa: Ante Natal Care (ANC, pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali); bersalin pada tenaga kesehatan; kunjungan nifas; penanganan komplikasi; KB, (b) Pemberdayaan masyarakat (Demand side) berupa: Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K); peningkatan pemanfaatan Buku KIA, (c) Manajemen berupa: perencanaan program melalui DTPS (District Team Problem Solving); PWS-KIA (Pemantauan Wilayah Setempat-Kesehatan Ibu dan Anak). Juga dengan penyediaan tenaga kesehatan, sarana, alat dan obat yang berkualitas. 

Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta Akselerasi Pencapaian MDG 4 dan 5 harus dilakukan secara komprehensif dengan cara melibatkan lintas program di Dinas Kesehatan, lintas sektor, pemerintah daerah, DPRD, organisasi profesi/ keagamaan/ kemasyarakatan, swasta, LSM maupun donor. 

Contoh keterlibatan lintas program adalah: a) Program P2M berperan dalam imunisasi pada bayi dan ibu hamil; penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV, TBC, malaria pada ibu hamil maupun bayi. b) Program Perbaikan Gizi Masyarakat berperan dalam vitamin A untuk ibu nifas, pencegahan anemia dengan tablet Fe, Pemberian Makanan Tambahan dan ASI Eksklusif. c) Program Obat dan Perbekalan Kesehatan berperan dalam penyediaan obat esensial, alat kontrasepsi, obat KIA/KB. d)Pelayanan Medik/ Rujukan berperan dalam penyiapan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) di Rumah Sakit, Unit Transfusi darah (UTD). e) Program Promosi Kesehatan berperan dalam menyebarluasan informasi kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai media. f) Program Sumber Daya Kesehatan berperan dalam pembinaan dan distribusi tenaga kesehatan (bidan, dokter, dokter spesialis kebidanan, dokter spesialis anak). g)Program Penyehatan Lingkungan berperan dalam menyiapkan masyarakat dalam hal air bersih dan rumah sehat. h)Program Kebijakan dan Manajemen Pembiayaan Kesehatan berperan dalam hal Jaminan kesehatan masyarakat.  

insulin


Insulin termasuk hormon polipeptida yang awalnya diekstraksi dari pankreas babi maupun sapi, tetapi kini telah dapat disintesis dengan teknologi rekombinan DNA menggunakan E.coli. Susunan asam amino insulin manusia berbeda dengan susunan insulin hewani; insulin rekombinan dibuat sesuai dengan susunan insulin manusia sehingga disebut sebagai human insulin. Saat ini insulin biosintetik tersedia di Indonesia.
Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel beta di dalam pankreas dan digunakan untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Sekresi insulin terdiri dari 2 komponen. Komponen pertama yaitu: sekresi insulin basal kira-kira 1 unit/jam dan terjadi diantara waktu makan, waktu malam hari dan keadaan puasa. Komponen kedua yaitu: sekresi insulin prandial yang menghasilkan kadar insulin 5-10 kali lebih besar dari kadar insulin basal dan diproduksi secara pulsatif dalam waktu 0,5-1 jam sesudah makan dan mencapai puncak dalam 30-45 menit, kemudian menurun dengan cepat mengikuti penurunan kadar glukosa basal. Kemampuan sekresi insulin prandial berkaitan erat dengan kemampuan ambilan glukosa oleh jaringan perifer.
Insulin berperan dalam penggunaan glukosa oleh sel tubuh untuk pembentukan energi, apabila tidak ada insulin maka sel tidak dapat menggunakan glukosa sehingga proses metabolisme menjadi terganggu. Proses yang terjadi yaitu karbohidrat dimetabolisme oleh tubuh untuk menghasilkan glukosa, glukosa tersebut selanjutnya diabsorbsi di saluran pencernaan menuju ke aliran darah untuk dioksidasi di otot skelet sehingga menghasilkan energi. Glukosa juga disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen kemudian diubah dalam jaringan adiposa menjadi lemak dan trigliserida. Insulin memfasilitasi proses tersebut. Insulin akan meningkatkan pengikatan glukosa oleh jaringan, meningkatkan level glikogen dalam hati, mengurangi pemecahan glikogen (glikogenolisis) di hati, meningkatkan sintesis asam lemak, menurunkan pemecahan asam lemak menjadi badan keton, dan membantu penggabungan asam amino menjadi protein.
Insulin sampai saat ini dikelompokkan menjadi beberapa jenis antara lain:
1. Kerja cepat (rapid acting)
Contoh: Actrapid, Humulin R,Reguler Insulin (Crystal Zinc Insulin)
Bentuknya larutan jernih, efek puncak 2-4 jam setelah penyuntikan, durasi kerja sampai 6 jam. Merupakan satu-satunya insulin yang dapat dipergunakan secara intra vena. Bisa dicampur dengan insulin kerja menengah atau insulin kerja panjang.
2. Kerja menengah (intermediate acting)
Contoh: Insulatard, Monotard, Humulin N, NPH, Insulin Lente
Dengan menambah protamin (NPH / Neutral Protamin Hagedom) atau zinc (pada insulin lente), maka bentuknya menjadi suspensi yang akan memperlambat absorpsi sehingga efek menjadi lebih panjang. Bentuk NPH tidak imunogenik karena protamin bukanlah protein. Durasi kerja 16 jam.
3. Kerja panjang ( long acting)
Contoh: Insulin Glargine, Insulin Ultralente, PZI
Insulin bentuk ini diperlukan untuk tujuan mempertahankan insulin basal yang konstan. Semua jenis insulin yang beredar saat ini sudah sangat murni, sebab apabila tidak murni akan memicu imunogenitas, resistensi, lipoatrofi atau lipohipertrofi. Derasi kerja 35 jam.

Isofan insulin (NPH) adalah kompleks protamin dan insulin. Campuran ini sedemikian rura sehingga tidak terdapat tempat ikatan bebas yang tersisa pada protamin. Setelah suntikkan , enzim proteolitik mendegradaasi protamin dan insulin diabsorbsi. Durasi NPH sama dengan lente (sekitar 20 menit).

Lente adalah campuran insulin zink amorf (30%) dan insulin zink kristal (70%).insulin zink kristal memperpanjang durasi sediaan.