Buah Mahkota Dewa [Phaleria macrocarpa(Scheff) Boerl.]
IDENTITAS TANAMAN
Pohon Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dikenal sebagai salah satu tanaman obat di Indonesia. Asalnya dari Papua/Irian Jaya. Tanaman atau pohon mahkota dewa seringkali ditanam sebagai tanaman peneduh. Ukurannya tidak terlalu besar dengan tinggi mencapai 3 meter, mempunyai buah yang berwarna merah menyala yang tumbuh dari batang utama hingga ke ranting. KANDUNGAN
Tumbuhan mahkota dewa mengandung kelompok senyawa alkaloid, polifenol, saponin, flavonoid, dan asam-asam lemak Sri Hartati et al., di dalam tulisannya melaporkan bahwa mereka telah berhasil mengisolasi dan mengidentifikasi suatu senyawa glukosida benzofenon yaitu phalerin (1) dari ekstrak metanol daun Mahkota dewa. Dalam tulisan ini akan dilaporkan hasil isolasi dan identifikasi dari ekstrak n-butanol buah Mahkota dewa yang mempunyai daya aktivitas sebagai senyawa antioksidan. Senyawa kimia tersebut adalah 6,4’-dihidroksi-4-metoksi benzofenon-2-O-α-D-glukopiranosida (5) yang diidentifikasi berdasarkan spektra ultra violet, infra merah, resonansi magnet inti (RMI proton, karbon dan DEPT) dan RMI 2 dimensi (1H-1H COSY, 13C-1H COSY, HMBC). Beberapa senyawa turunan senyawa benzofenon glikosida telah banyak diisolasi dari beberapa jenis tanaman seperti telefenon A (2) dan B (3) dari akar tanaman Polygala telephioides, Rolygalaceae; senyawa iriflofenon 2-O-α-glukopiranosida (4) dari herbal tanaman Coleogyne ramosissima, Rosaceae.
EFEK FARMAKOLOGI
2. Saponin, yang bermanfaat sebagai: - meningkatkan sistem kekebalan tubuh
- meningkatkan vitalitas
- mengurangi kadar gula dalam darah
- mengurangi penggumpalan darah
a. melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
b. mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah
c. mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner
d. mengandung antiinflamasi (antiradang)
e. berfungsi sebagai anti-oksidan
f. membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan
CARA MEMPEROLEH GLIKOSIDA
Ekstraksi dan Isolasi
Ekstraksi dilakukan dengan cara mengekstraksi simplisia secara refluks dengan etanol selama 3 jam dan dilakukan 3 kali pengulangan dan diuapkan dengan penguap berpusing Ekstrak etanol yang diperoleh kemudian dipartisi dengan etilasetat
sebanyak 3 kali, dan lapisan air kemudian dipartisi kembali dengan n-butanol sebanyak 3 kali. Sehingga diperoleh 3 jenis ekstrak yaitu ekstrak etilasetat, ekstrak n-butanol dan ekstrak air. Ekstrak n-butanol difraksinasi dengan kromatografi kolom (SiO2,
kloroform-metanol = 4 : 1 – 1 : 1), kemudian fraksi 3 (Fr.-3) dimurnikan kembali dengan kromatografi kolom secara isokratik (SiO2, kloroform-metanol =5 : 1) dan diperoleh fraksi 3-3 yang telah murni yang (UL), infra merah (IM), resonansi magnet inti RMI 1 dimensi (RMI proton , karbon dan DEPT), RMI 2 dimensi (1H-1H COSY, 13C-1H COSY, dan HMBC).
Hidrolisis senyawa isolate
Senyawa isolat (20 mg) dilarutkan dalam 10 mL 9% HCl—MeOH, distirer pada suhu kamar selama 2 jam sambil dimonitor dengan analisis KLT setiap 20 menit. Hasil hidrolisis dimurnikan dengan analisis kromatografi kolom (SiO2, kloroform –
MeOH = 8 : 1) dan diperoleh 2 senyawa berbentuk serbuk putih (gula) dan serbuk kuning (aglikon). Bagian gula yang termetilasi dan senyawa metil-β- glukosa standar diinjeksikan pada kromatografi gas dengan kondisi sebagai berikut :Kolom : 2% OV-17 Suhu kolom : 160 Oc Fase gerak : nitrogen Kecepatan alir : 50 mL/menit Suhu injeksi : 180 oC Detektor : FID
Kesimpulan
Hasil isolasi, pemurnian dan elusidasi struktur kimia dari ekstrak n-butanol Mahkota
dewa, Phaleria macrocarpa diperoleh senyawa 6,4’- dihidroksi-4-metoksi benzofenon-2-O-α-Dglukopiranosida, dan hasil hidrolisisnya dengan 9% HCl dalam methanol menghasilkan senyawa 2,6,4’-trihidroksi-4-metoksibenzofenon.
Cordyline fruticosa (L) A. Cheval
IDENTITAS TANAMAN
Cordyline fruticosa (L) A. Cheval atau yang biasa kita kenal andong, merupakan famili dari Agavaceae (Liliaceae). Daun andong biasanya digunakan untuk obat tradisional untuk mengobati diare dan disentri. Walaupun demikian, bunga dan akar dari andong juga dapat digunakan sebagai obat. Andong memiliki rasa manis, hambar dan bersifat menyejukkan.
KANDUNGAN
Kandungan kimia dari tanaman ini belum banyak diketahui. Saat ini hanya diketahui beberapa kandungan di dalamnya, yaitu steroid, saponin dan polisakarida. Steroid dan saponin merupakan senyawa golongan glikosida. Jenis saponin yang dikandungnya adalah saponin steroid yang merupakan senyawa mayor ditinjau dari kestabilan busa yang terbentuk dan senyawa saponin steroid spirostananol dengan berat 7,5 mg.
Glikosida saponin adalah glikosida yang aglikonnya berupa sapogenin. Saponin adalah segolongan senyawa glikosida yang mempunyai struktur steroid dan mempunyai sifat-sifat khas dapat membentuk larutan koloidal dalam air dan membuih bila dikocok. Berdasarkan struktur aglikonnya (sapogeninnya), saponin dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu tipe steroid dan tipe triterpenoid. Kedua senyawa ini memiliki hubungan glikosidik pada atom C-3 dan memiliki asal usul biogenetika yang sama lewat asam mevalonat dan satuan-satuan isoprenoid.
Berdasarkan struktur dari aglikon maka glikosida dan saponin dapat dibagi 2 golongan yaitu saponin netral yang berasal dari steroid dengan rantai samping spiroketal dan saponin asam yang mempunyai struktur triterpenoid. Sedangkan gulanya ada beberapa macam, yaitu glukosa, arabinosa, xylose, dan glucuronic acid.
Sedangkan glikosida steroid adalah glikosida yang aglikonnya berupa steroid. Glikosida steroid disebut juga glikosida jantung karena memiliki daya kerja kuat dan spesifik terhadap otot jantung. Secara kimiawi bentuk struktur glikosida jantung sangat mirip dengan asam empedu yaitu bagian gula yang menempel pada posisi tiga dari inti steroid dan bagian aglikonnya berupa steroid yang terdiri dari dua tipe yaitu tipe kardenolida dan tipe bufadienolida.
Tipe kardenolida merupakan steroid yang mengandung atom C-23 dengan rantai samping terdiri dari lingkaran lakton 5-anggota yang tidak jenuh dan alfa-beta menempel pada atom C nomor 17 bentuk beta. Sementara tipe bufadienolida berupa homolog dari kardenolida dengan atom C-24 dan mempunyai rantai samping lingkaran keton 6-anggota tidak jenuh ganda yang menempel pada atom C nomor 17. Aglikon dari glikosida jantung adalah steroid yaitu turunan dari siklo-pentenofenantren yang mengandung lingkaran lakton yang tidak jenuh pada atom C-17.
EFEK FARMAKOLOGI
Golongan senyawa ini mempunyai sifat toksik terhadap Larva Udang (Artenia salina Lich) yang diidentifikasikan berkorelasi positif terhadap senyawa antitumor. Namun di lingkungan masyarakat kita, andong digunakan untuk menyejukkan darah, menghentikan pendarahan, antiswelling (mengobati bengkak karena memar), kencing berdarah, mencegah keguguran, haid terlalu banyak, wasir berdarah, nyeri lambung, terlambat haid dan TBC.
CARA MEMPEROLEH GLIKOSIDA
Glikosida dalam andong dapat didapatkan dengan melakukan ekstraksi. Serbuk kering daun andong diekstraksi dengan menggunakan teknik maserasi, berturut-turut dengan menggunakan pelarut n-heksana dan methanol. Proses ekstraksi dengan dua pelarut ini dilakukan untuk memisahkan semua komponen, baik yang polar maupun yang non polar dari cuplikan, dan didapatkan ekstrak kental methanol. Hasil penapisan fitokimia terhadap ekstrak metanol kental diperoleh bahwa daun Andong mengandung saponin dan steroid.
DAFTAR PUSTAKA
Annaria, susi, 2005, Identifikasi Senyawa Organik Bahan Alam pada Daun Melur(Brucea Javanica (L) Mess)
Bogoriani, N. W., 2008, Isolasi dan Identifikasi Senyawa Saponin Dari Daun Andong (Cordyline terminalis Kunth), Jurnal Kimia (2) : 40-44
Hariana, H. Arief,2006, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Jilid 1, Penebar Swadaya, Jakarta,12-13
Harmanto, N. 2004. Mahkota dewa, obat pusaka para dewa, Penerbit Agromedia Pstaka,Tangerang, 109
Hartati, dkk, 2005.Phalerin, glukosida benzophenon baru diisolasi dari ekstrak metanolik dan mahkotadewa [Phaleria macrocarpa (Scheff). Boerl.], Majalah Farmasi Indonesia, 16 91), 51-57.
Ito, dkk,2000. Flavonoid and benzophenone glycosides from Coleogyne ramosissima,Phytochem. 54, 695-700.
Li, J., and T. Nohara 2000. Benzophenone C-glucosides from Polygala telephioides, chem. Pharm.Bull. 48 (9),1354-1355.
TUGAS KIMIA BAHAN ALAM
GLIKOSIDA
Buah Mahkota Dewa [Phaleria macrocarpa(Scheff) Boerl.]
dan Cordyline fruticosa (L) A. Cheval
Disusun oleh:
LIO NITA AKIKA (08613046)
SUCI ANUGRAHATI (08613050)
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
JOGJAKARTA
2009